Sunday, July 5, 2020

Sambut New Normal, Satrad 216 Cibalimbing Berlakukan Protokol Baru Dalam Berdinas



Lamanya masa pandemi virus corona pada akhirnya membuat pemerintah membuat sejumlah kebijakan baru demi berjalannya roda kehidupan. Berbagai kebijakan baru tersebut kemudian dikenal dengan istilah new normal. Selama masa new normal ini, kita dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan pandemi virus corona.

Begitu juga dengan institusi TNI, berbagai kebiasaan baru harus dilakukan agar tetap bisa memenuhi kewajiban dinas. Oleh karena itu, Satrad 216 Cibalimbing menyusun prosedur tetap pelaksanaan dinas masa new normal. Protap yang disusun bersama para Perwira  Satrad 216 Cibalimbing itu disahkan oleh Dansatrad 216 Cibalimbing Letkol Lek M. Miftahul Ghufron, S.T.,M.I.Pol, untuk selanjutnya dilaksanakan oleh seluruh personel Satrad 216.

Adapun berbagai hal baru dalam protap new normal tersebut meliputi aturan saat melaksanakan dinas operasi, harian, pemeliharaan, serta aturan dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari di lingkungan komplek maupun luar komplek. Dalam segala kegiatan, penggunaan masker menjadi kewajiban yang harus dijalankan.

Saat tengah melaksanakan dinas, para personel diwajibkan untuk menjaga jarak aman atau dikenal dengan istilah physical distancing, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja, para personel juga diwajibkan untuk membersihkan lingkungan kerja dengan cairan disinfektan ketika hendak melaksanakan pergantian shift operasi.

Sedangkan untuk menjaga kebersihan pribadi, di setiap kamar mandi dan keran pencucian yang ada di lingkungan kantor juga disediakan sabun untuk mencuci tangan. Dan setiap selesai melaksanakan suatu pekerjaan, para personel juga diwajibkan untuk mencuci tangan sebelum beristirahat.

Untuk aktifitas ibadah di masjid, para personel juga diwajibkan untuk menjaga jarak, tetap memakai masker, dan membawa sajadah masing-masing. Agar semua peraturan dalam protap new normal tersebut dapat berjalan dengan baik, maka para personel diharuskan untuk memiliki semua inventaris pribadi yang telah ditentukan dalam protap.

Inventaris itu antara lain sarung tangan, masker, kacamata, hand sanitizer, alat makan, botol minum, sajadah, dan tisu basah. Setiap pelaksanaan dinas, semua peralatan tersebut harus dibawa. Petugas jaga berkewajiban untuk memeriksa kelengkapan itu saat apel pagi maupun apel shift.

Diharapkan dengan adanya protap tersebut, para personel Satrad 216 Cibalimbing tetap terjaga kesehatannya sehingga bisa melaksanakan tugas dengan aman dan lancar. Sebab kita semua tak pernah tahu kapan pandemi ini akan berakhir.


Perkuat Ketahanan Pangan, Satrad 216 Cibalimbing Buat Kolam Tirta Angkasa




Adanya pandemi virus corona membuat situasi menjadi serba tidak menentu. Anjuran dari pemerintah untuk mengurangi aktifitas di tempat umum mau tak mau harus diikuti demi menekan angka penularan virus ini. Sebab salah satu tempat penularan virus ini adalah tempat-tempat umum seperti pasar, mall, tempat ibadah, terminal, dan lain-lain.

Sementara itu, kehidupan harus terus berlanjut. Kebutuhan akan bahan makanan yang biasa didapatkan dari pasar harus tetap terpenuhi. Berbeda dengan di kota-kota besar yang bisa mendapatkan secara daring, kondisi lingkungan di sekitar Satrad 216 Cibalimbing mengharuskan setiap keluarga personel untuk selalu keluar dari lingkungan komplek demi mendapatkan bahan makanan.

Beruntungnya, Satrad 216 Cibalimbing memiliki lahan tidur yang cukup luas. Dengan adanya instruksi dari komando atas dan belum diketahui kapan situasi sulit seperti saat ini akan berakhir, Dansatrad 216 Cibalimbing Letkol Lek M. Miftahul Ghufron, S.T.,M.I.Pol. mengajak para personel untuk mengolah lahan tidur tersebut agar menjadi lebih bermanfaat.

Melalui unit perkebunan yang menjadi salah satu sektor usaha Primkopau Satrad 216, lahan tidur tersebut dibagikan kepada para personel untuk ditanami dengan tanaman yang bisa memperkuat ketahanan pangan seperti singkong dan padi. Sedangkan di beberapa tempat lainnya juga ditanami dengan buah-buahan seperti semangka, jambu, durian, dan buah naga. Untuk kebutuhan akan sayuran, lahan yang masih cukup luas di seputaran komplek juga dimanfaatkan untuk menanam sawi, kangkung, dan cabe.

Selama masa pandemi, para personel sudah bisa merasakan hasil panen semangka, kangkung, sawi, dan cabe. Karena dirasa masih kurang, maka Dansatrad 216 Cibalimbing kembali berinisiatif untuk membangun sesuatu yang bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan akan lauk pauk. Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya ditentukanlah untuk membuat kolam ikan air tawar di sekitar Markas Komando Satrad 216 Cibalimbing.

Dimulai pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020, proyek pembangunan kolam seluas 30 meter persegi dan kedalaman 1,5 meter tersebut akhirnya selesai pada tanggal 18 Juni 2020. Nantinya kolam tersebut akan diisi dengan ikan lele dan ikan air tawar lainnya sehingga bisa dijadikan lauk pauk oleh personel Satrad 216. Acara peresmiannya sendiri dilaksanakan dengan suasana penuh kesederhanaan pada hari Jumat tanggal 19 Juni 2020.

Tidak ada batu prasasti yang ditanda tangani seperti acara peresmian pada umumnya. Usai melaksanakan olahraga sepakbola, Komandan Satrad, Kadisops, Kadishar, Perwira Staff dan para personel berkumpul di pinggir kolam untuk mendengar arahan dari Dansatrad 216. Diiringi dengan doa, Dansatrad 216 Cibalimbing memberi nama kolam ikan tersebut dengan nama Kolam Tirta Angkasa. Pemberian nama ini mengandung arti bahwa kolam ini akan memanfaatkan air yang berasal dari langit, yang kemudian diolah secara tepat sehingga akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Usai acara peresmian, seluruh personel Satrad 216 Cibalimbing menceburkan diri ke dalam kolam Tirta Angkasa. Kebetulan kolam tersebut masih belum diisi dengan ikan mengingat bibitnya masih dalam proses pengiriman. Jadilah para personel tersebut menjadi “ikan” yang pertama mengisi kolam. Seluruh proses pembuatan kolam mulai dari pengukuran, penggalian, sampai pengerasan tepian kolam dilakukan oleh personel Satrad 216 sendiri tanpa dibantu oleh tenaga dari luar. Semboyan dari kita, oleh kita, dan untuk kita benar-benar dipraktekkan dalam pembuatan Kolam Tirta Angkasa.

 


Thursday, March 19, 2020

Satrad 216 Cibalimbing dan Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Adakan Latihan Gabungan Night Combat Operation dan Low Speed Intercept



Selama 2 hari ini yaitu Rabu 18/03/2020 dan Kamis 19/03/2020 langit selatan Sukabumi Jawa Barat dikejutkan dengan kehadiran helikopter Caracal EC-725 milik Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor. Berbeda dengan patroli udara rutin seperti biasanya, kali ini helikopter-helikopter tersebut tengah mengadakan latihan di area Satrad 216 Cibalimbing. 

Latihan tersebut adalah Night Combat Operation (NCO) dan Low Speed Intercept dimana Skadron Udara 8 dan Satrad 216 Cibalimbing sebagai satuan pelaksananya. Kegiatan itu berlangsung pada tanggal 18 sd 19 Maret 2020.

Helikopter Caracal EC-725 sendiri yang digunakan untuk latihan bisa terbang pada ketinggian yang bervariasi. Adapun ketinggian maksimalnya adalah 8000 feet.

"Nama latihannya Night Combat Operation (NCO) dan Low Speed Intercept. Untuk latihan Low Speed Intercept sendiri dilakukan di areal Satrad Cibalimbing, melibatkan sejumlah helikopter dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor dan personel GCI Satrad 216 Cibalimbing," ujar Komandan Satuan Radar 216 Cibalimbing  Letkol Lek M. Miftahul Ghufron, S.T.,M.I.Pol.

Adapun inti dari latihan ini adalah apabila ada penerbangan gelap yang masuk ke wilayah NKRI tanpa izin maka akan dilakukan sejumlah tindakan  yang akan diambil oleh Satrad 216 Cibalimbing sebagai mata langit di pantai selatan Jawa Barat.

"Satrad 216 Cibalimbing mempunyai kemampuan Ground Control Intercept (GCI), yang bertugas untuk mengarahkan penerbang dan pesawat kita ke arah sasaran (pesawat musuh)," pungkas Dansatrad 216.

Walaupun situasi terlihat aman, TNI Angkatan Udara khususnya Satuan Radar 216 Cibalimbing selalu siaga senantiasa untuk tetap awas dalam menjaga langit nusantara. Oleh karena itu latihan-latihan seperti ini akan rutin diadakan agar kemampuan para prajurit tetap terasah dan siap digunakan kapan saja.

Friday, March 13, 2020

Kalender Rencana Penyediaan Prajurit TNI-AU Tahun 2020



Selain merilis jadwal penerimaan taruna/taruni Akademi Angkatan Udara, TNI AU juga telah mengeluarkan rencana kalender penyediaan prajurit TNI AU tahun 2020. Kalender ini berisikan tentang semua jadwal penyediaan prajurit TNI AU baik itu tamtama, bintara, ataupun perwira.
Kalender ini pun sudah dipublikasikan oleh akun instagram resmi TNI AU yakni @militer.udara. Hal ini sangatlah membantu bagi mereka yang berminat untuk bergabung dengan TNI Angkatan Udara.



Jadi bagi kalian yang berminat untuk mendaftar sebagai prajurit TNI AU bisa mempersiapkan diri dari sekarang. Tak perlu lagi bertanya kesana-sini sebab semua sudah disosialisasikan secara jelas lewat media daring maupun media sosial.

Sementara itu untuk semua persyaratan maupun tempat pendaftaran bisa langsung mengunjungi alamat https://diajurit.tni-au.mil.id/. Kalau urusan administrasi sudah siap, maka tinggal menyiapkan kemampuan fisik dan mental agar siap menjalani materi test yang diberikan.

Akan tetapi kalender rencana ini juga bisa berubah menyesuaikan situasi dan kondisi. Cuma kalaupun berubah, maka perbedaannya pun tak akan terlalu jauh dari yang sudah dirilis ke media.

Sudah siap bergabung dengan TNI Angkatan Udara? Kalau merasa memenuhi syarat dan berminat, segera daftarkan diri anda di lokasi yang sudah ditentukan.

Wednesday, March 11, 2020

Negara Menanti Pengabdianmu! TNI AU Membuka Pendaftaran Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara



Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara membuka pendaftaran perwira TNI lewat jalur penerimaan Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara. Sebuah kesempatan besar bagi para pemuda/pemudi terbaik untuk mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara. 

Akademi Angkatan Udara adalah lembaga pendidikan TNI AU yang bertugas untuk mencetak perwira yang kelak akan menjadi para pemimpin. Lokasi kampusnya berada di Maguwo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Adapun lama pendidikan yang akan ditempuh para taruna/taruni ini adalah selama 4 tahun atau setara dengan S1. Selama proses pendaftaran tidak dipungut biaya apapun. 

Begitu pula selama mengikuti proses pendidikan, semua fasilitas yang diperoleh para taruna/taruni mulai dari seragam, asrama, makan, dan lain-lain gratis. 

Begitu lulus dari AAU, para taruna/taruni ini akan mendapat pangkat Letnan Dua dan memiliki gelar S.T.Han. Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di kampus sipil pun terbuka lebar setelah itu. Seperti melanjutkan pendidikan di ITB, UGM, ataupun STTAL.

Untuk informasi lengkap mengenai syarat pendaftaran dan lokasi pendaftaran, bisa langsung menuju situs resmi penerimaan prajurit TNI AU https://diajurit.tni-au.mil.id/mn_perwira

Selamat mencoba. Negara dan bangsa menanti pengabdianmu melalui TNI Angkatan Udara!